Konsep BTTS: Definisi, Cara Kerja, dan Penerapan dalam Analisis Pertandingan Sepak Bola
BTTS (Both Teams To Score) adalah salah satu konsep paling sering dipakai saat membahas peluang gol dalam sepak bola. Tapi agar pembahasannya “Google-friendly”, kita perlu membahasnya secara jelas, terukur, dan tanpa klaim berlebihan. Artikel ini menjelaskan apa itu BTTS, bagaimana “cara kerja” hasil BTTS dihitung, serta bagaimana kamu bisa memasukkan BTTS ke dalam kerangka analisis pertandingan menggunakan data dan konteks taktis.
Catatan penting: Analisis membantu meningkatkan kualitas keputusan, tetapi tidak menjamin hasil. Jika kamu memakai BTTS dalam konteks taruhan, gunakan batas risiko yang jelas, patuhi aturan wilayahmu, dan main secara bertanggung jawab (18+).
Navigasi Artikel
- Definisi BTTS (Both Teams To Score)
- Cara Kerja BTTS: Kapan “Yes/No” Dihitung?
- BTTS vs Over/Under: Bedanya di Mana?
- Data yang Relevan untuk Mengukur Peluang BTTS
- Faktor Taktis yang Membuat BTTS “Masuk Akal”
- Kerangka Analisis BTTS yang Bisa Diulang
- Tabel Ringkasan: Checklist BTTS
- FAQ
- Kesimpulan
Definisi BTTS (Both Teams To Score)
BTTS berarti “kedua tim mencetak gol” dalam satu pertandingan. Umumnya ada dua opsi:
- BTTS Yes: Tim A mencetak minimal 1 gol dan Tim B mencetak minimal 1 gol.
- BTTS No: Minimal ada satu tim yang tidak mencetak gol (bisa 0–0, 1–0, 2–0, 3–0, dst).
BTTS berguna karena fokusnya bukan “siapa menang”, melainkan apakah kedua sisi mampu menciptakan gol. Ini cocok untuk analisis pertandingan yang hasil akhirnya sulit ditebak, tetapi profil golnya bisa dibaca dari data dan gaya main.
Cara Kerja BTTS: Kapan “Yes/No” Dihitung?
BTTS dihitung berdasarkan skor penuh pertandingan (biasanya 90 menit + injury time). Namun detail “apakah termasuk extra time/adu penalti” bisa berbeda tergantung aturan kompetisi atau market, jadi tetap penting membaca syarat yang berlaku di platform yang kamu gunakan.
Contoh Cepat (Supaya Tidak Salah Paham)
- Skor 1–1, 2–1, 3–2 → BTTS Yes
- Skor 0–0, 1–0, 2–0, 0–2 → BTTS No
- Skor 4–1 → BTTS Yes (karena kedua tim tetap cetak gol)
BTTS vs Over/Under: Bedanya di Mana?
Banyak orang mencampur BTTS dengan Over/Under, padahal fokusnya berbeda:
- BTTS fokus pada “apakah kedua tim mencetak gol”.
- Over/Under fokus pada “jumlah total gol”.
Contoh: Skor 2–0 itu Over 1.5 (total 2 gol) tetapi BTTS No. Skor 1–1 itu BTTS Yes tetapi belum tentu Over 2.5 (totalnya hanya 2). Jadi dalam analisis, pilih market yang paling sesuai dengan bentuk pertandingan yang kamu baca.
Data yang Relevan untuk Mengukur Peluang BTTS
Agar analisis BTTS tidak sekadar feeling, pakai data yang memang berkaitan dengan “kemungkinan kedua tim bisa mencetak gol”. Ini daftar metrik yang paling berguna (tidak harus semuanya, tapi minimal 4–6 metrik inti).
1) Metrik Serangan & Peluang
- Goals per match (rata-rata gol cetak per laga)
- Shots on target (indikator tekanan nyata ke gawang)
- xG (expected goals) untuk kualitas peluang
- Big chances / key passes (jika tersedia)
2) Metrik Pertahanan yang Menentukan “Kebobolan”
- Goals conceded per match (rata-rata kebobolan)
- xGA (kualitas peluang yang dibiarkan)
- Clean sheet rate (persentase tidak kebobolan)
- Error leading to shot/goal (jika tersedia)
3) Konteks Pertandingan yang Sering Mengubah Pola Gol
- Home/away split (performa kandang vs tandang bisa sangat berbeda)
- Availability pemain (striker utama, bek inti, kiper utama)
- Gaya permainan (pressing tinggi vs blok rendah)
- Game state (tim unggul cenderung menurun tempo dan memberi ruang)
Faktor Taktis yang Membuat BTTS “Masuk Akal”
Data menjelaskan “apa yang terjadi”, taktik menjelaskan “mengapa itu terjadi”. Dalam BTTS, beberapa pola taktik sering berhubungan dengan gol di kedua sisi:
- Dua tim sama-sama high line: ruang belakang terbuka, transisi jadi berbahaya.
- Fullback naik tinggi: serangan melebar kuat, tetapi rawan counter di sisi.
- Pressing intens: memaksa error, tetapi jika press “bocor” bisa jadi peluang besar.
- Set-piece kuat di kedua tim: peluang gol bukan hanya dari open play.
- Kelemahan duel udara / bek transisi: mudah kebobolan meski punya possession tinggi.
Kamu juga bisa menyandingkan kerangka ini dengan artikel analisis taktis yang lebih umum: Analisis Pertandingan Sepak Bola: Metodologi Data, Taktik, dan Metrik Kinerja
Kerangka Analisis BTTS yang Bisa Diulang
1) Tetapkan Baseline dari Performa Terbaru
Ambil 5–10 pertandingan terakhir tiap tim (pisahkan kandang/tandang jika perlu), lalu catat: rata-rata gol cetak, gol kebobolan, xG/xGA, dan clean sheet rate. Ini baseline awal—bukan keputusan final.
2) Uji “Kedua Tim Punya Jalur Gol?”
- Tim A: bisa menciptakan peluang berkualitas? (xG, shots on target, chance creation)
- Tim B: pertahanannya rapat atau sering bocor? (xGA, kebobolan, clean sheet)
- Lakukan hal yang sama dari sisi Tim B.
3) Cek Faktor “Pengubah Pertandingan”
Beberapa faktor sering membuat profil gol berubah drastis: kiper utama absen, striker utama kembali, cuaca ekstrem, jadwal padat, atau pergantian pelatih (gaya main berubah). Jika faktor ini kuat, turunkan kepercayaan pada data historis dan beri bobot lebih pada konteks.
4) Buat Kesimpulan Berbentuk Probabilitas, Bukan Kepastian
Cara menulis yang lebih aman: gunakan bahasa seperti “lebih mungkin”, “indikasi mengarah”, “risikonya”, dan jelaskan alasannya. Hindari kalimat “pasti terjadi” karena sepak bola memiliki varians tinggi (penalti, kartu merah, finishing, performa kiper).
Tabel Ringkasan: Checklist BTTS
| Komponen | Yang Dicek | Sinyal Mendukung BTTS | Catatan Risiko |
|---|---|---|---|
| Kualitas peluang | xG, shots on target | Keduanya punya peluang nyata | Finishing & kiper bisa jadi faktor |
| Pertahanan | xGA, clean sheet rate | Keduanya rawan kebobolan | Tim super defensif bisa mematikan BTTS |
| Taktik | High line, transisi, set-piece | Match-up terbuka & banyak transisi | Kartu merah mengubah segalanya |
| Konteks | Lineup, jadwal, motivasi | Pemain inti menyerang lengkap | Absennya striker/kiper bisa membalik prediksi |
FAQ
1) BTTS itu dihitung jika skor 2–0?
Tidak. Skor 2–0 berarti hanya satu tim yang mencetak gol, jadi BTTS No. BTTS Yes hanya terjadi jika kedua tim sama-sama mencetak minimal 1 gol (misal 1–1, 2–1, 3–2).
2) Data apa yang paling cepat dipakai untuk analisis BTTS?
Paling cepat: kombinasi xG/xGA, shots on target, dan clean sheet rate. Tiga metrik ini membantu melihat apakah kedua tim punya jalur gol yang realistis, bukan sekadar possession tinggi atau shot banyak tanpa kualitas.
3) Kenapa BTTS sering “gagal” meski datanya terlihat mendukung?
Karena sepak bola punya varians tinggi: finishing tidak efisien, kiper tampil luar biasa, game state berubah cepat (gol awal membuat tim bertahan dalam), atau ada kartu merah yang mengubah struktur. Itu sebabnya kesimpulan yang sehat adalah berbasis probabilitas dan selalu menyebut risiko utama.
Kesimpulan
BTTS adalah cara praktis untuk membaca “apakah kedua tim punya peluang gol”, terlepas dari siapa pemenangnya. Agar analisisnya kuat, gunakan data yang relevan (xG/xGA, shots on target, clean sheet rate), lalu konfirmasi dengan konteks taktik dan kondisi skuad. Tulis kesimpulan sebagai indikasi, bukan kepastian—itulah format yang lebih kredibel dan lebih aman.
Untuk akses platform dan fitur terkait, kamu bisa mulai dari HOKI atau Bergabung Sekarang.
18+ | Bermainlah secara bertanggung jawab | Patuhi regulasi wilayah Anda



